Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Persalinan Seksio Caesarea di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Tahun 2020
DOI:
https://doi.org/10.61633/jkkr.v1i2.6Keywords:
Seksio Caesarea, Riwayat SC, Partus Lama, KPD, Gagal InduksiAbstract
Latar Belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) di Indonesia tahun 2018, menunjukkan prevalensi tindakan persalinan dengan seksio caesarea adalah 17,6 %, tertinggi di wilayah DKI Jakarta (31,3%) dan terendah di Papua (6,7%). Menurut WHO, angka persalinan dengan seksio caesarea maksimum 10 - 15% pertahun, oleh karena itu perlu dikaji pengambilan keputusan melakukan tindakan seksio caesarea berdasarkan indikasi dan prinsip-prinsip etika kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan seksio caesarea di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Tahun 2020.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin di Rumah Sakit Budi Kemuliaan sejak tanggal 1 Januari 2020 - 31 Desember 2020 sebanyak 3923 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 363 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan menggunakan data sekunder rekam maedis pasien.
Hasil Penelitian: Faktor yang berhubungan dengan persalinan seksio caesarea adalah riwayat SC (p-value = 0,000), partus lama (p-value = 0,000), KPD (p-value = 0,000), gagal induksi (p-value = 0,000). Agar jumlah sectio caesarea dapat dikendalikan, maka asuhan antenatal yang baik untuk ibu primipara dan asuhan keluarga berencana untuk multiparitas perlu dilakukan, serta deteksi dini dan pelayanan asuhan kebidanan yang optimal pada ibu hamil untuk memperkecil komplikasi saat persalinan